Kekuasan dan Imarah Bangsa Arab

November 05, 2020

 

                KEKUASAAN DAN IMARAH DI KALANGAN BANGSA ARAB

Para penguasa di jazirah Arab tatkala terbitnya matahari islam, dibagi menjadi :

1. Raja-raja yang mempunyai mahkota, tapi pada hakikatnya mereka tidak bisa merdeka berdiri sendiri.

2. Para pemimpin kabilah /suku yang memiliki kekuasaan dan hak-hak istimewa kekuasaan para raja.

Raja-raja Yaman

1. Pada abad-abad sebelum 650 SM, raja-raja mereka bergelar Makrib Saba, dengan ibu kotanya Sharawah.

2. sejak tahun 650 SM-110 SM, mereka menanggalkan gelar Makrib dan hanya memakai gelar Saba, dengan ibu kota Ma’arib.

3. Sejak tahun 115 SM-300 SM, kabilah Khimyar mengalahkan Saba dan menjadikan Raidan sebagai ibukotanya. Kemudian menjadi Dhafar.

4. Sejak thn 300 M sampai masuknya islam ke Yaman, diwarnai kekacauan.Atas bantuan Romawi orang habasyah bias merebut Yaman awal th.340 M.

Raja-raja di Hirah

Bangsa Persi bisa menguasai Iraq setelah cyrus yang Agung (557-529 SM) dapat mempersatukannya hingga tak seorangpun berani menyerangnya. Kekuatan mereka kembali bangkit pada era Ardasyir pendiri kerajaan sasaniyah sejak thn 226 M.

Pada era ardasyir ini Judzaimah Al-wadhdhah berkuasa atas Hairah dan sebagian penduduk Iraq serta daerahnya Rabi’ah dan Mudhar. Pada th.268 Judzaimah Al-wadhdhah meninggal dunia, lalu Amru bin Ady bin Nshr Al-Lakhmy naik tahta di Hirah.

Pada masa kekuasaan Qubadz bin Fairuz di Parsi, yang berkuasa di hirah adalah Mazdak.

Mazdak kembali diganti oleh Al-Mundzir karena ajaran permisivismenya yang tidak disukai raja Persia. Pada masa kekuasaan An-Nu’man bin Al-Mundzir emas banyak disimpanya, sehingga memancing kemarahan raja Persia, ia diganti Iyas bin Qubaishah Ath-Tha’y, lalu dikalhkan bangsa arab suku Syaibah.Setelah itu Kisra mengangkat penguasa Hirah dari bangsa Persi hingga dating Khalid bin walid beserta pasukan muslim.

Raja-raja di Syam

Bangsa romawi mengangkat seorang raja dari suku Dhaja’amah, yang berlangsung hingga beberapa tahun. Raja mereka yang terkenal adalah Ziyad Bin habulah,berakhir setelah kedatangan Ghassan. Bangsa romawi mengangkat mereka menjadi raja bagi semua bangsa arab di syam.

Imarah di Hijaz

Hijaz adalh sekitar makkah, yang pertamakali dikuasai oleh Ismail beserta keturunannya selama 20 abad SM, kemudian bani Jurhum selama 21 abad.Pada masa kedua terjadi pengurusan kota makahbesera asset-asetnya terutama ka’bah dan sumur zam-zam yang menjdi kekuatan ekonomi mereka.

Penangann selanjutnya oleh bangsa Quraisy yang diantara mereka saling berebut kebutuhan terhadap pngelolaan haji dan asset-aset yang ada di Makkah.

Kekuasaan di berbagai penjuru Arab

Kekuasaan dipegeang oleh para kabilah-kabilah dengan pemimpinya yang mempunyai hak otoriter penuh terhdap segala sesuatu didantara mereka.Kabilah adalah sebuauh pemerintahan kecil yang azas eksistensi politiknya berdsarkan fanatisme.

Kondisi Politik

Tiga wilayah yang letaknya berdampingan dengan negeri asing, kondisinya sangat lemah dan tidak pernah berubah positif. Mereka dikelompokkan kepada golongan tuan-tuan atau para budak, para penguasa atau rakyat. Para tuan-tuan, terutama bila mereka orang asing, memiliki seluruh kambing sedangkan para budak, sebaliknya yaitu mereka semua wajib membayar upeti. Dengan ungkapan lain yang lebih jelas, bahwa rakyat ibarat posisi sebuah sawah yang selalu mendatangkan hasil buat dipersembahkan kepada pemerintah yang memanfaatkannya sebagai sarana untuk bersenang-senang, melampiaskan hawa nafsu, keinginan-keinginan, kelaliman dan upaya memusuhi orang. Sementara rakyat itu sendiri tenggelam dalam kebutaan, hidup tidak menentu, dan saat kelaliman menimpa mereka, tak seorangpun diantara mereka yang mampu mengadu, bahkan mereka diam tak bergerak dalam menghadapi kelaliman dan beraneka macam siksaan . Hukum kala itu benar-benar bertangan besi, sedangkan hak-hak asasi hilang ternoda. Adapun kabilah-kabilah yang berdampingan dengan kawasan ini, mengambil posisi ragu dan oleng oleh hawa nafsu dan tujuan pribadi masing-masing ; terkadang mereka terdaftar sebagai penduduk Iraq tapi terkadang juga terdaftar sebagai penduduk Syam. Kondisi kabilah-kabilah dalam Jazirah Arab tersebut benar-benar berantakan dan tercerai berai, masing-masing lebih memilih untuk berselisih dalam masalah suku, ras dan agama. Sedangkan pemerintahan Hijaz sebaliknya, mata seluruh orang-orang Arab tertuju kepadanya dan mendapatkan penghargaan dan penghormatan dari mereka. Mereka menganggapnya sebagai pemimpin dan pelaksana keagamaan. Realitasnya, memang pemerintahan tersebut merupakan akumulasi antara kepemimpinan keduniawiaan, pemerintahan dalam arti yang sebenarnya dan kepemimpinan keagamaan.

Ketika mengadili persengketaan yang terjadi antar orang-orang Arab, pemerintahan tersebut bertindak mewakili kepemimpinan keagamaan dan ketika mengelola urusan masjid Haram dan hal-hal yang berkaitan dengannya, maka ia lakukan sebagai pemerintah yang mengurusi kemashlahatan orang-orang yang berkunjung ke Baitullah/Ka’bah, begitu juga ia masih menjalankan syari’at Nabi Ibrahim. Pemerintahannya juga, sebagaimana kami singgung sebelumnya, memiliki instansi-instansi dan bentuk-bentuk yang menyerupai sistim parlemen, namun pemerintahan ini sangat lemah sehingga tak mampu memikul tanggungjawabnya sebagaimana saat mereka menyerang orang-orang Habasyah dulu.

Kafhaya Nuzulanisa (53020190121

 

 

You Might Also Like

0 comments

Popular Posts

Like us on Facebook

Flickr Images

Subscribe